Mungkin anda pernah mendengar pepatah "gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan". Jika kita ingin memiliki masa depan yang indah, memiliki perencanaan matang adalah hal yang sangat penting. Kita semua tentunya sudah tahu tentang ini. Namun, mengapa masih banyak orang yang hidup terlunta-lunta dan kesusahan justru terjadi pada masa tuanya?. Biasanya, alasannya adalah:
1. Tidak menyadari bahwa waktu berjalan dengan cepat
Baru kemarin rasanya kta menggendong anak kita, tiba-tiba saja anak sudah masuk sekolah,tiba-tiba mereka sudah kuliah, tiba-tiba masa pensiun sudah datang, tiba-tiba tubuh kita sudah tidak kuat lagi untuk bekerja keras mengejar ketinggalan secara ekonomi
2. Suka menunda-nunda untuk menabung dan merencanakan hari tua
Menunda adalah satu sikap yang paling sering menjadi penyebab kegagalan seseorang dalam membina hari tua. Kita menunda untuk mulai menabung karena merasa ada kebutuhan yang "lebih penting". Padahal, ada banyak cara menabung yang tidak memberatkan, asalkan kita mau melakukannya
3. Terlalu menggantungkan diri kepada orang lain
Sebagai karyawan/pegawai, kita terbiasa menggantungkan diri pada gaji yang kita terima setiap bulan. Saat masih produktif, kita berani mengambil berbagai macam kredit atau bahkan berutang karena memperkirakan bulan depan pasti mendapatkan gaji. Kita juga menggantungkan diri pada anak-anak kita. Anak sendiri seperti sebuah investasi. Bayanganya adalah masa tua kita akan dinikmati dengan anak-anak sudah menjadi orang sukses dan kita tinggal menerima/memetik hasilnya?
4. Tidak menyadari bahwa banyak hal yang bisa tiba-tiba berubah
Walau bisa mengubah banyak hal. Tahun delapan puluhan,siapa yang membayangkan perekonomian negara kaya seperti Eropa dan Amerika Serikat akan terpuruk ekonominya. Bukan membandingkan, atau berburuk sangka, boleh-boleh saja kita membayangkan anak-anak kita akan merawat dan menjamin kehidupan kita di hari tua. Tapi tidak ada yang bisa menjamin dan menebak hati dan jalan hidup orang. Ada orangtua yang di masa tuanya hidup sebatang kara dilupakan anak-anaknya. Ada juga orang tua yang ternyata didahului oleh anaknya, ada yang justru harus tetap bekerja keras untuk menanggung hidup anaknya yang tidak bisa mandiri secara ekonomi
APA YANG ANDA HARAPKAN DI MASA TUA?
Kita sering mendengar ungkapan, "Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga". Itulah impian tiap orang. Tapi tentunya hidup tidak semudah yang dibayangkan. Ada prinsip menabur dan menuai dalam hidup ini, siapa yang menabur maka di yang akan menuainya. Mungkin semasa muda dan usia masih produktif kita kaya raya, tapi jika kita hanya foya-foya dan tidak mau mempersiapkan masa depan, yang kita tuai adalah masa tua yang menderita dan sengsara. Menjadi tua jelas akan dihadapi dan dijalani oleh setiap orang, tapi bahagia tidaknya kta di masa tua akan ditentukan oleh perencanaan dan tindakan kita saat ini, selagi belum terlambat.
Bagaimana anda membayangkan masa tua anda?. Bagaimana anda akan membiayai hidup, tempat tinggal, dan kebutuhan anda di masa tua?. Bagaimana jika anda sakit?, siapa yang akan merawat anda?. Bisakah anda menjalani masa tua untuk menikmati hidup dan lebih mendekatkan diri pada ALLAH SWT, setelah bekerja keras bertahun-tahun?. Pertanyaan ini bisa jadi telah anda pikirkan. Dan jika anda memutuskan untuk bergabung dengan Oxy sebagai salah satu langkah mempersiapkan masa tua, anda sudah berada di jalur tepat. Mari bergaung dan lakukan bisnis ini untuk anda, keluarga tercinta, orang yang anda sayangi, dan orang yang anda bantu untuk dapat belajar bersedekah melalui penghasilan yang akan anda peroleh dari bisnis Oxy ini.
Sumber:Majalah Oxy, Ed.27:Mei-Juni 2009.
Jumat, 04 September 2009
Apa yang akan Anda Wariskan?
Label: Action Plan
Diposting oleh OkiSisan di 06.25.00
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
KATEGORI
- Action Plan (4)
- Info Sehat Oxy (2)
- Marketing Plan (2)
- Succses Story (2)














0 komentar:
Posting Komentar